Teknologi QR Code dan Smartphone Berikan Rasa ‘Bebas’

Tepat hari ini, 24 Januari 2019, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Poernama  atau yang akrab disapa Ahok resmi bebas dari tahanan makro Brimob setelah menjalani hukuman 2 tahun atas tuduhan penistaan agama pada Mei 2017 lalu

Kebebebasan ini dianggap sebagai sebuah awal baru bagi pria asal Belitung itu dalam menjalankan roda kehidupannya kedepan. Para simpatisan dan keluarga turut menyambut kebebasannya dan sontak memberikan ucapan “Welcome Back Home” dan “Saatnya sang purnama bersinar kembali”

Berbicara mengenai bebas, pernahkah terpikirkan dalam benak kita untuk kita bisa bebas dalam melakukan segala kegiatan dan hanya cukup membawa smartphone yang sudah umum di kalangan masyarakat era saat ini?

Teknologi QR Code dan Smartphone saat ini sedang ramai-ramainya merambah disegala bidang, dari showbiz hingga transaksi keuangan. Sekarang banyak bermunculan platform pembayaran digital yang memungkinkan seseorang tinggal melakukan scan QR Code melalui Smartphone tanpa memikirkan uang kembalian

Bahkan juga bermunculan layanan solusi untuk manajemen acara dimana tamu undangan tinggal menyebutkan nama atau memberikan kartu QR Codenya dan secara otomatis keterangan kehadiran akan terkonfirmasi.

Teknologi QR Code dan Smartphone memberikan rasa bebas bagi masyarakat era digital saat ini untuk merasakan kepraktisan. Orang tidak perlu membawa uang cash yang berlebih, cukup isi saldo saja di aplikasi pembayaran yang digunakan dan juga tamu cukup scan QR Code dan tidak perlu lagi mengisi buku tamu dan bahka bisa berkespresi lebih dengan berselfie dan memberikan video ucapan saat acara berlangsung

 

Sumber foto :www.tribunnews.com

Please follow and like us:

Zakat dan Amal Non Tunai Jadi Bentuk Ramadan Modern di Era Digital

Selain menjalankan ibadah puasa, Bulan Ramadan dipakai oleh umat Islam sedunia untuk melakukan kegiatan sosial atau yang dikenal dengan sebutan membayar zakat dimana mereka memberikan sumbangan berupa uang ataupun sembako kepada kaum marginal sebagai bagian dari melakukan Rukun Islam.

Namun di era  digital ini dimana proses dapat dilakukan dengan memindai QR Code, bantuan zakat kali ini dapat dilakukan secara elektronik melalui beberapa penerbit e-cash, seperti Go-Pay, TCash dan OVO yang bekerja sama dengan lembaga zakat untuk menyalurkan bantuan ke masyarakat.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) misalnya telah menggandeng Go-Pay untuk memudahkan masyarakat yang hendak bersedekah secara nontunai melalui QR Code dan masyarakat yang ingin melakukan zakat secara nontunai bisa langsung memindai QR code Baznas untuk menyalurkan sedekahnya secara eletkronik.

QR Code Baznas sendiri sudah tersedia di 23 stasiun kereta api dan beberapa gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, 36 pusat pembelanjaan, bandara dan papan reklame (billboard) di Jabodetabek.

Mendekati Hari Raya Idul Fitri, Baznas dan Go-Pay juga akan meluncurkan fasilitas pembayaran zakat fitrah melalui QR Code dengan nominal antara Rp. 45.000 hingga Rp. 50.000 dan biarpun menggunakan teknologi, ia menjamin amal ibadah ini sah karena tetap ada prosedur doa dari amil zakat dan doa itu akan dikirim dalam bentuk notifikasi setelah seseorang mengeluarkan zakat atau muzaki melakukan teansaksi.

Namun diperlukan sosialisasi yang gencar terkait fitur e-cash untuk zakat ini karena kesadaran masyarakat masih belum terbuka namun pihak penyedia e-cash percaya bahwa seiring berjalannya waktu, trend pembayaran e-cash ini akan semakin berkembang.

Please follow and like us:

Teknologi QR Code Bantu UMKM Singapura

Berbagai usaha kecil baru telah mendapatkan manfaat terbesar dari teknologi pembayaran menggunakan kode QR di Singapura, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh National University of Singapore (NUS).

Biaya yang rendah dan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi baru itu telah memungkinkan toko-toko kecil yang baru didirikan untuk meningkatkan jumlah penjualan yang dibayarkan menggunakan kartu secara bulanan sebesar 11%, dibandingkan dengan 2,1% di antara pedagang kecil yang lebih mapan, menurut Sekolah Bisnis NUS, dilansir dari Business Insider hari Jumat (14/12/2018).

Pedagang kecil juga mengalami peningkatan rata-rata 3,4% per bulan dalam nilai penjualan menggunakan kartu kredit dan debit selama periode sembilan bulan setelah teknologi tersebut diperkenalkan.

Kenyamanan pembayaran yang lebih baik dari dompet seluler memiliki efek spillover pada barang dari semua kategori, termasuk barang-barang pilihan seperti barang yang tahan lama, pakaian, dan hiburan.

Di antara pedagang kecil, perusahaan makan seperti restoran, mengalami efek spillover terbesar dalam bentuk peningkatan traffic ritel, dengan peningkatan 12,6% dalam total penjualan menggunakan kartu.

Pengembangan pembayaran seluler memainkan peran yang penting dalam tujuan Singapura untuk menjadi masyarakat tanpa uang tunai, kata Profesor Sumit Agarwal, yang memimpin penelitian.

“Temuan ini juga memberikan masukan penting untuk diskusi tentang fintech dan digitalisasi dengan menawarkan wawasan baru pada efek ekonomi nyata dari peningkatan kemudahan pembayaran dan efisiensi,” demikian pernyataannya yang tertulis di media CNBC Indonesia

 

Sumber:

www.cnbcindonesia.com

Please follow and like us:

Perbankan dan BUMN Mulai Godok Fintech Berbasis QR Code

Perkembangan teknologi QR Code saat ini memang sudah merambah di berbagai bidang, dari dunia hiburan showbiz, pendidikan hingga keuangan dan perbankan. Terkait dalam dunia perbankan dan keuangan tanah air dan teknologi QR Code, Himpunan Bank-bank Milik Negara (HIMBARA) bersama dengan PT Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk tengah menggodok teknologi keuangan (fintech) yang berfokus pada sistem pembayaran Quick Response alias QR Code

Dilansir dari media Kompas.com, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wiroatmodjo menjelaskan, fintech berbasis QR Code ini akan segera dirilis pada pertengahan pertama tahun 2019 ini

Sementara untuk penyaluran modal di fintech lain, Bank Mandiri melalui Mandiri Capital Indonesia telah mengucurkan total investasi saat ini Rp 800 miliar. MCI telah melakukan chanelling dengan beberapa fintech seperti Investree dan Amartha.

Sumber:

www.kompas.com

Please follow and like us:

Museum Wayang Jakarta Gunakan QR Code untuk Akses Informasi

Wisatawan yang datang ke Museum Wayang di kawasan Kota Tua, Jalan Pintu Besar Utara, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat kini bisa mengakses informasi terkait museum dengan menggunakan kode QR. Akses tersebut digunakan melalui aplikasi Museum Wayang yang bisa diunduh gratis.

“Ini mempermudah para milenial juga (selain wisatawan). Milenial itu senang dengan HP, barcode dan yang mudah. Jadi dengan apliaksi saja bisa cepat dapat cerita wayang,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta Asiantoro dalam wawancara media Kompas.com pada Desember 2018 lalu.

Ia mengatakan, penggunaan akses informasi Museum Wayang menggunakan kode QR adalah bentuk kerja sama Bank Indonesia wilayah DKI Jakarta dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Museum Wayang menjadi satu dari 12 museum milik pemerintah DKI Jakarta pertama yang menyediakan akses informasi dengan kode QR. Asiantoro berharap agar akses serupa juga bisa diterapkan di museum lain nantinya.

“Karena kita dan BI sangat concern untuk membantu pariwisata DKI. Kepada para wisatawan jadi enak dan dipermudah. Jadi bisa juga mempelajari cerita wayang-wayang kita,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Trisno Nugroho mengatakan, program akses menggunakan kode QR adalah salah satu pendukung pada era digital. Pihaknya juga ikut dalam rangka menyukseskan Kota Tua sebagai bagian dari 10 destinasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Sumber :

www.kompas.com

Photo Credit :

www.kompas.com

 

Please follow and like us:

Pemkot Yogyakarta Targetkan Sistem QR Code Diterapkan di Pasar Tradisional

Mengawali tahun 2019 ini, Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta membuat target bahwa seluruh pasar tradisional di Kota Yogyakarta sudah menerapkan sistem QR Code untuk tujuan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pencatatan retribusi pasar

Dilansir oleh tim Lokapass dari media tempo.co.id, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang menerangkan bahwa hingga akhir tahun 2018 sudah ada 10 pasar yang menerapkan sistem retribusi dengan QR Code ini

“Hingga akhir 2018, sudah ada 10 pasar yang menerapkan pencatatan retribusi pasar menggunakan sistem QR Code. Target kami, pada 2019 seluruh pasar tradisional sudah menerapkannya kecuali dua pasar yang menerapkan e-retribusi,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang di Yogyakarta, Jumat, 28 Desember 2018.

Penerapan pencatatan retribusi dengan sistem “quick response code” diawali di lima pasar tradisional yaitu di Pasar Satwa dan Tanam Hias Yogyakarta (Pasthy), Pasar Karangwaru, Pasar Ngasem, Pasar Talok dan Pasar Gedongkuning dan diperluas di lima pasar lain di antaranya, Pasar Pujokusuman, Pasar Pathuk, Pasar Sanggrahan dan Pasar Karangkajen.

Maryustion mengatakan pencatatan dengan menggunakan sistem QR Code tersebut mampu meningkatkan disiplin pedagang untuk memenuhi kewajibannya membayar retribusi tepat waktu karena hasil pembayaran retribusi bisa dipantau secara “real time”.

Petugas pencatat menggunakan telepon genggam yang sudah dilengkapi dengan aplikasi untuk memindai “QR Code” yang ada di buku retribusi setiap kali pedagang memenuhi kewajibannya membayar retribusi.

Pedagang yang terlambat membayar retribusi akan dikenai sanksi yaitu membayar denda dua persen dari total retribusi per bulan. Selain QR Code, dua pasar tradisional yaitu Beringharjo disusul Pasar Demangan menerapkan pembayaran retribusi secara elektronik dengan menggunakan “e-money” yang dikeluarkan oleh salah satu bank.

Retribusi pasar tradisional di Kota Yogyakarta menyumbang sekitar 2,8 persen atau Rp 15,6 miliar dari total Rp 551,5 miliar pendapatan asli daerah.

 

Sumber:

bisnis.tempo.co.id

Photo credit:

merdeka.com

Please follow and like us:

QR Code, Solusi Time Saving Jaman Now

Di era digital ini, kebutuhan masyarakat akan ‘serba cepat dan praktis’ semakin tinggi, misalnya untuk keperluan transaks saja sekarang orang leboh menggunakan pembaaran online lewat aplikasi mobile yang berotorisasi dari  masing-masing bank.

Bahkan sekarang ini ada rencana Bank Indonesia (BI) akan merilis lisensi pembayaran di setiap transaksi menggunakan kode respon cepat atau yang dikenal sebagai QR Code. Trend pembayaran digital menggunakan QR Code sudah muncul akhir-akhir ini dimana platform penyedia layanan pembayaran digital, seperti Go Pay dari Go Jek, Ovo hingga T-Cash menyediakan jasa pembayaran atau transkasi dengan menggunakan QR Code

Dengan melihat fenomena ini, sebenarnya seberaba besar  pegaruh QR Code dalam kehidupan kita sehari-hari?

Masing-masing perorangan tentunya memiliki tingkat kesibukan yang berbeda-beda dan pastinya ada kewajiban pembayaran yang harus dilakukan secara rutin dan bayangkan saja jika satu orang melakukan pembayaran untuk masing-masing kebutuhan? Misal seseorang tiap bulan harus membayar beberapa kebutuhan, seperti tagihan listrik, tagihan internet, tagihan air dan beberapa tagihan lain dan tentunya orang bakal menghabiskan waktu sehari untuk melakukan kegiatan itu ditambah apabila antriannya panjang, belum tentu satu hari itu selesai.

Namun bayangkan saja kalau semua bisa dilakukan secara cepat dan instan dengan sesederhanya quick scan? Pastinya semua bisa lebih ringkas dan tidak membuang banyak waktu.

Dan inilah sebenarnya yang menjadi value pentingnya teknologi QR Code dalam kehidupan sehari-hari. Time saving menjadi kebutuhan yang diidam-idamkan dimana kegiatan transkasi dilakukan hanya dengan memindai.

Please follow and like us:

Buat Kartu Natal Pakai Teknologi QR Code??

Momen Natal selalu dirayakan meriah di seluruh dunia dan perayan Natal selalu diikuti dengan momen tukar kado dan juga saling mengirim kartu ucapan natal dan di era digital yang makin maju ini, apalagi perkembangan teknologi QR Code yang semakin digunakan secara luas, Tahukah Anda bahwa momen ucapan Natal bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi QR Code?

Aplikasi layanan streaming musik Jukebox merilis fitur menarik, yaitu Jukobox Print. Aplikasi ini menawarkan fitur yang juga oke dengan penambahan kode QR yang dapat ditambahkan pada kartu natal hasil kreasimu yang unyu.

Dengan QR code tersebut, orang yang menerima kartu ucapan natal tersebut dalam melakukan pemindaian atau scan pada kode tersebut dan dialihkan ke link yang memuat foto-foto atau video ucapan natal hasil kreasimu.

Selain itu, Aplikasi cardmaker Juke Box Print juga memberikan penawaran menarik dengan template yang dapat kamu custom dengan penambahan latar belakang, teks, dan juga foto.

Hasil dari kreasimu dapat diunduh dan juga dicetak secara langsung dengan kualitas tinggi.

Photo Credit : finansialku.com

Please follow and like us:

QR Code, Solusi Time Saving Jaman Now

Di era digital ini, kebutuhan masyarakat akan ‘serba cepat dan praktis’ semakin tinggi, misalnya untuk keperluan transaks saja sekarang orang leboh menggunakan pembaaran online lewat aplikasi mobile yang berotorisasi dari  masing-masing bank.

Bahkan sekarang ini ada rencana Bank Indonesia (BI) akan merilis lisensi pembayaran di setiap transaksi menggunakan kode respon cepat atau yang dikenal sebagai QR Code. Trend pembayaran digital menggunakan QR Code sudah muncul akhir-akhir ini dimana platform penyedia layanan pembayaran digital, seperti Go Pay dari Go Jek, Ovo hingga T-Cash menyediakan jasa pembayaran atau transkasi dengan menggunakan QR Code

Dengan melihat fenomena ini, sebenarnya seberaba besar  pegaruh QR Code dalam kehidupan kita sehari-hari?

Masing-masing perorangan tentunya memiliki tingkat kesibukan yang berbeda-beda dan pastinya ada kewajiban pembayaran yang harus dilakukan secara rutin dan bayangkan saja jika satu orang melakukan pembayaran untuk masing-masing kebutuhan? Misal seseorang tiap bulan harus membayar beberapa kebutuhan, seperti tagihan listrik, tagihan internet, tagihan air dan beberapa tagihan lain dan tentunya orang bakal menghabiskan waktu sehari untuk melakukan kegiatan itu ditambah apabila antriannya panjang, belum tentu satu hari itu selesai.

Namun bayangkan saja kalau semua bisa dilakukan secara cepat dan instan dengan sesederhanya quick scan? Pastinya semua bisa lebih ringkas dan tidak membuang banyak waktu.

Dan inilah sebenarnya yang menjadi value pentingnya teknologi QR Code dalam kehidupan sehari-hari. Time saving menjadi kebutuhan yang diidam-idamkan dimana kegiatan transkasi dilakukan hanya dengan memindai.

 

Photo credit:

www.computerworld.com.sg

 

Please follow and like us:

Trend Registrasi Tamu Online Diterapkan di Acara Forum BPD ke 14 di Bali

Perusahaan teknologi yang berbasis di Tangerang, Multipolar menggelar acara gathering yang melibatkan BPD di seluruh Indonesia. Event yang digelar di Softel Nusa Dua, Bali, 25-27 April 2018 ini mengambil tema “Bridging Banking Into Digital Era” dan merupakan forum BPD yang ke-14

dalam acara tersebut mengangkat isu pengakomodiran kebutuhan pelanggan yang menuntut layanan kometitif dengan pengalaman digital dan dalam hal ini BPD tanpa terkecuali harus mampu menghadirkan inovasi berbasis digital

Lokapass sebagai platform solusi berkontribusi dalam penanganan registrasi tamu dan proses registrasi tamu berjalan cukup lancar. Trend digital telah merambah di segala aspek, bahkan registrasi tamu secara digital mulai menjadi gaya baru di era digital ini.

 

Please follow and like us: